Wednesday, May 5, 2010

AKHLAK PEMIMPIN DENGAN ORANG BAWAHAN


  Kebiasaanya setiap pendokong Islam iaitu  orang bawahan sering dingatkan dalam program yang berbentuk tarbiyyah bahawa perlu menjaga akhlak dan adab dengan kepimpinan di atasnya.


Insyaallah orang bawahan atau pengikut memahami batasan mereka.Jarang sekali kita pula mendengar akhlak orang atasan atau kepimpinan kepada orang bawahan.

Perasaan orang bawahan yang mungkin ada diantara mereka berstatus sebagai ` murabhitun `yang bagi mereka hanya kerja Islamlah dihatinya sahaja.Terkadang – kadang orang atasan tidak menjiwai perasaan mereka.Apatah lagi peka dengan kebajikan mereka.Justeru itu kali ini teman paparkan kisah tanggungjawab pemimpin kepada orang yang dipimpin.Mudah – mudahan kombinasi ini mampu memantapkan jamaah dan Islam itu sendiri.

Ada teman perhatikan dikalangan pimpinan yang mudah mengingatkan orang bawahan supaya menjaga akhlak dengan kepimpinan dan menggunakan saluran yang sesuai mengritik atau menegur kepimpinan.Katanya pemimpin bersedia menerima teguran.Setiap pimpinan mestilah kikiskan sikap ` ego centrix ` jika ada.

Sebaliknya pula teman perhatikan ada diantara mereka cakap tak serupa bikin.Belum lagi orang bawahan muqadimmah,maka adanya pimpinan yang melenting dan orang bawah ditempelak dan sebagainya.Ingatlah ini bukan kepimpinan seperti ` itik pulang senja `.

Setiap orang mendambakan seorang pemimpin yang dapat dijadikannya sebagai contoh dan ikutan. Seorang pemimpin merupakan orang yang akan diikuti oleh pengikutnya dalam kepemimpinannya. Orang yang dipimpin akan melihat siapa pemimpinnya. Mereka akan melihat segala sikap, ucapan, dan penampilan pemimpinnya. Mereka akan bersedia mengikuti pemimpinnya itu saat bisa melihat dan merasakan manfaat dari kepemimpinannya.

Dengan melihat sikap pemimpinnya, mereka berharap dapat mencontohnya. Dengan mendengar ucapannya, mereka merindukan kata-kata yang dapat menyejukkan hati. Dengan melihat penampilannya, mereka merasa dapat tumbuh keyakinan dan kepercayaan dirinya.

Inilah pemimpin yang menjadi tauladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Seperti Rasulullah yang merupakan seorang pemimpin sejati. Dia menjadi tauladan yang baik bagi para pengikutnya, bahkan bagi orang-orang yang membencinya.

Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. “ (Al-Ahzab , 33 :21)

Nabi Muhammad saw. Benar-benar menjadi seorang peribadi yang baik untuk diteladani dalam kehidupannya, baik sebagai pedagang, kepala rumah tangga, dan sebagai pemimpin bagi umatnya. Akhlak beliau sangat mulia. Kepribadiannya dapat menyentuh hati orang lain. Beliau merubah keadaan masyarakat yang masih jahiliah, menuju cahaya islam yang menerangi kehidupan. Beliau merubahnya dengan keteladannya.

Pertama, keteladanan dalam keyakinan kepada Allah. Apabila seorang pemimpin kurang dekat dengan Allah.

Kedua, keteladanan dalam akhlak. Rasul dan para sahabat telah mencontohkannya, bagaimana akhlak yang baik dan mulia, dapat membawa perubahan menuju arah yang baik. Dengan akhlak yang baik, hati seseorang dapat tersentuh, walaupun pada awalnya ia kurang suka.

Ketiga, keteladanan dalam pengorbanan. Seorang pemimpin adalah orang yang harus lebih banyak berkorban dari pada pengikutnya. Dia mengorbankan waktunya, pikiranya, dan hartanya untuk kepentingan bersama. Dia bersedia untuk turun langsung membantu orang-orang yang dipimpinnya. Tidak hanya sekedar mengarahkan dan menyuruh, tapi dia bersama-sama pengikutnya melakukannya.

Keempat, keteladan dalam memberikan solusi dari setiap permasalah. Rasulullah pun selalu dapat memberikan solusi jika terdapat konflik atau masalah. Solusinya pun tepat sasaran. Bahkan Beliau dapat menyikapi perbedaan pendapat yang ada dalam pengikutnya dengan win-win solution.

Jika pemimpin dapat memberikan keteladan, insya Allah maka perubahan ke arah yang lebih baik dapat terjadi. Pemimpin itu ibarat sumber mata air di hulu. Bila di hulu airnya telah keruh, maka kebawahnya akan keruh juga. Jika dari sumbernya telah bersih dan jernih, makan kebawahnya pun Insya Allah akan bersih juga.

Karena hati hanya dapat disentuh dengan hati,maka berikan kasih sayang kepada mereka.

ANDA BERMOTIVASIKAN ISLAM CEMERLANG.

0 comments:

Post a Comment

Wednesday, May 5, 2010

AKHLAK PEMIMPIN DENGAN ORANG BAWAHAN


  Kebiasaanya setiap pendokong Islam iaitu  orang bawahan sering dingatkan dalam program yang berbentuk tarbiyyah bahawa perlu menjaga akhlak dan adab dengan kepimpinan di atasnya.


Insyaallah orang bawahan atau pengikut memahami batasan mereka.Jarang sekali kita pula mendengar akhlak orang atasan atau kepimpinan kepada orang bawahan.

Perasaan orang bawahan yang mungkin ada diantara mereka berstatus sebagai ` murabhitun `yang bagi mereka hanya kerja Islamlah dihatinya sahaja.Terkadang – kadang orang atasan tidak menjiwai perasaan mereka.Apatah lagi peka dengan kebajikan mereka.Justeru itu kali ini teman paparkan kisah tanggungjawab pemimpin kepada orang yang dipimpin.Mudah – mudahan kombinasi ini mampu memantapkan jamaah dan Islam itu sendiri.

Ada teman perhatikan dikalangan pimpinan yang mudah mengingatkan orang bawahan supaya menjaga akhlak dengan kepimpinan dan menggunakan saluran yang sesuai mengritik atau menegur kepimpinan.Katanya pemimpin bersedia menerima teguran.Setiap pimpinan mestilah kikiskan sikap ` ego centrix ` jika ada.

Sebaliknya pula teman perhatikan ada diantara mereka cakap tak serupa bikin.Belum lagi orang bawahan muqadimmah,maka adanya pimpinan yang melenting dan orang bawah ditempelak dan sebagainya.Ingatlah ini bukan kepimpinan seperti ` itik pulang senja `.

Setiap orang mendambakan seorang pemimpin yang dapat dijadikannya sebagai contoh dan ikutan. Seorang pemimpin merupakan orang yang akan diikuti oleh pengikutnya dalam kepemimpinannya. Orang yang dipimpin akan melihat siapa pemimpinnya. Mereka akan melihat segala sikap, ucapan, dan penampilan pemimpinnya. Mereka akan bersedia mengikuti pemimpinnya itu saat bisa melihat dan merasakan manfaat dari kepemimpinannya.

Dengan melihat sikap pemimpinnya, mereka berharap dapat mencontohnya. Dengan mendengar ucapannya, mereka merindukan kata-kata yang dapat menyejukkan hati. Dengan melihat penampilannya, mereka merasa dapat tumbuh keyakinan dan kepercayaan dirinya.

Inilah pemimpin yang menjadi tauladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Seperti Rasulullah yang merupakan seorang pemimpin sejati. Dia menjadi tauladan yang baik bagi para pengikutnya, bahkan bagi orang-orang yang membencinya.

Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. “ (Al-Ahzab , 33 :21)

Nabi Muhammad saw. Benar-benar menjadi seorang peribadi yang baik untuk diteladani dalam kehidupannya, baik sebagai pedagang, kepala rumah tangga, dan sebagai pemimpin bagi umatnya. Akhlak beliau sangat mulia. Kepribadiannya dapat menyentuh hati orang lain. Beliau merubah keadaan masyarakat yang masih jahiliah, menuju cahaya islam yang menerangi kehidupan. Beliau merubahnya dengan keteladannya.

Pertama, keteladanan dalam keyakinan kepada Allah. Apabila seorang pemimpin kurang dekat dengan Allah.

Kedua, keteladanan dalam akhlak. Rasul dan para sahabat telah mencontohkannya, bagaimana akhlak yang baik dan mulia, dapat membawa perubahan menuju arah yang baik. Dengan akhlak yang baik, hati seseorang dapat tersentuh, walaupun pada awalnya ia kurang suka.

Ketiga, keteladanan dalam pengorbanan. Seorang pemimpin adalah orang yang harus lebih banyak berkorban dari pada pengikutnya. Dia mengorbankan waktunya, pikiranya, dan hartanya untuk kepentingan bersama. Dia bersedia untuk turun langsung membantu orang-orang yang dipimpinnya. Tidak hanya sekedar mengarahkan dan menyuruh, tapi dia bersama-sama pengikutnya melakukannya.

Keempat, keteladan dalam memberikan solusi dari setiap permasalah. Rasulullah pun selalu dapat memberikan solusi jika terdapat konflik atau masalah. Solusinya pun tepat sasaran. Bahkan Beliau dapat menyikapi perbedaan pendapat yang ada dalam pengikutnya dengan win-win solution.

Jika pemimpin dapat memberikan keteladan, insya Allah maka perubahan ke arah yang lebih baik dapat terjadi. Pemimpin itu ibarat sumber mata air di hulu. Bila di hulu airnya telah keruh, maka kebawahnya akan keruh juga. Jika dari sumbernya telah bersih dan jernih, makan kebawahnya pun Insya Allah akan bersih juga.

Karena hati hanya dapat disentuh dengan hati,maka berikan kasih sayang kepada mereka.

ANDA BERMOTIVASIKAN ISLAM CEMERLANG.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More